Kerenn..Mahasiswa UNILA, Ubah Kotoran Gajah menjadi Polybag Organik Ramah Lingkungan Pengganti plastik

KOREL.CO.ID,
BANDAR LAMPUNG- Sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung yang terdiri dari Budi Khoiri Ardiansyah (Biologi 2016), Chandra Pratiwi (Fisika 2016), dan Ahad Putra Dewantara (Biologi 2017) melakukan kolaborasi penelitian dan membuat inovasi Polybag Biodegradable berbahan dasar kotoran gajah,Rabu (26/06/19).

Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) menjadi ciri khas penghuni Taman Nasional Waykambas, Lampung. Setiap gajah mampu memproduksi kotoran sekitar 50 kg per hari. Kotoran yang dihasilkan di Taman Nasional Waykambas mencapai sekitar 15 ton per hari dan belum ada pemanfaatan secara optimal terkait kotoran ini.

Di lain sisi proses pembibitan sampai saat ini masih menggunakan media tumbuh berbahan plastik yang biasa disebut dengan polybag. Polybag termasuk bahan plastik yang sangat sulit diuraikan oleh mikroba tanah, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Plastik itu sendiri termasuk bahan yang beracun dan berbahaya sehingga keberadaannya di dalam tanah akan menjadi bahan pencemar.

Selain dampak dari bahan plastik, proses perobekan dapat menyebabkan hancurnya media tanam dan kerusakan akar yang memungkinkan terjadinya stagnasi setelah bibit dipindahkan.

Melihat fenomena tersebut dan berbagai kelemahan dari polybag membuat sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung melakukan kolaborasi penelitian dibawah bimbingan Dra. Tunjung Tripeni, M.S dan membuat inovasi polybag biodegradable berbahan dasar kotoran gajah.

Kelompok ini mencoba melakukan penelitian polybag biodegradable dengan berbagai campuran komposisi seperti bubur kertas koran yang diketahui memiliki banyak selulosa. Daun lamtoro mengandung tanin, polifenol alami yang selama ini banyak digunakan sebagai bahan perekat tipe eksterior. Daun lamtoro mengandung unsur hara 2,0-4,3 % Nitrogen, 0,2-0,4 % Fosfor, dan 1,3-4,0 % Kalium. Menurut Sutedjo (1992), unsur hara makro sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan-pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti akar, batang dan daun, dan apabila ketersediaan unsur makro dan mikro tidak lengkap dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sekam padi memiliki kemampuan untuk meningkatkan unsur fosfor yang ada pada tanah, selain itu arang sekam mempunyai potensi sebagai penyerap dan pelepas unsur hara (pupuk) dalam bidang kesuburan tanah, tepung kanji sebagai perekat dan tanah liat.

“Produk ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya selain berfungsi sebagai media pembibitan, juga dapat memberikan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, karena berbagai kandungan unsur yang dibutuhkan tanaman terdapat dalam polybag biodegradable dari kotoran gajah ini, dapat meningkatkan diversitas mikroorganisme tanah dan dianggap praktis karena dapat langsung ditanam ke dalam tanah tanpa harus merobek wadahnya, dapat di degradasai dalam tanah, bahan-bahan yang digunakan juga tersedia di alam. Sehingga produk ini dapat menjadi alternatif sebagai media pembibitan tanaman yang ramah lingkungan.

Hasil dari penelitian ini menjadi gagasan yang disusun dan dituangkan dalam Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang berjudul Inovasi Polybag Biodegradable dari Kotoran Gajah (Elephas maximus sumatranus) Sebagai Media Pembibitan Ramah Lingkungan yang berhasil lolos seleksi pendanaan Kemenristekdikti periode 2018-2019 dan berhak maju ke tahap selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *