Soal Berhentinya MJ dari Penjaga Malam, Ini Penjelasan Kadis PP dan KB Tuba Barat

* Rilis

LAMPUNG (Korel.co.id) – Aria Septa Jaya Sesunan, SE.MM, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kabupaten Tulangbawang Barat, memberikan klarifikasi terkait pemberhentian MJ sebagai petugas Jaga Malam di kantor tersebut.

Melaui rilis yang diterima Korel  Lampung, Sabtu 23 Maret 2019, Aria menjelaskan bahwa benar MJ bekerja di dinas tersebut sebagai posisi yang tertera dalam pemberitaan yaitu Penjaga Malam.

“Benar TKS berinisial Mj, bekerja di Dinas saya dengan status Penjaga Malam di Kantor PP dan KB sejak tahun 2009, dengan masa kontrak SK dibuat setiap tahunnya atas usulan kepala dinas,” ujarnya.

Aria mengaku, sebagai pimpinan dirinya mengedepankan kebersamaan kepada seluruh pegawai di dinas tersebut.

“Sebagai pimpinan, saya tetap mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan dengan semua pegawai di Dinas PP dan KB. Untuk itu Mj, juga saya minta bantuannya untuk membantu mengawasi rumah kontrakan sewaktu-waktu ketika saya tidak ditempat, dengan gaji tambahan dari pribadi saya sebesar Rp. 200 ribu,” kata dia.

Selain itu, Aria menjelaskan, Penjaga Malam (Mj) diberikan fasilitas berupa kendaraan dinas.

“Mj, juga saya berikan fasilitasi pinjam pakai kendaraan motor Dinas saya untuk membantu kelancaran pekerjaannya, dan kebutuhan keluarganya pun kadang saya bantu. Mestinya ini tidak saya sampaikan, tetapi berhubung persoalan ini menurut saya telah Mendiskreditkan saya sebagai pimpinan di hadapan publik melalui media Cyber, maka dengan tegas harus saya luruskan,” jelasnya.

Dikatakan Aria, Posisi Mj sebagai penjaga malam pada Kantor, digantikan TKS (Tenaga Kerja Sukarela) lainnya.

“Karena menurut saya sebagai pimpinan, Mj sering tidak menghargai tugas dari pimpinan dan lambat merespon perintah pimpinan,” jelasnya.
Aria menambahkan, Mj tidak diberhentikan sebagai TKS, melainkan masa berlaku kontraknya sesuai SK telah habis Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 31 Desember 2018 lalu.

“Berdasarkan penilaian pimpinan atas kinerjanya, maka kontrak kerja Mj tidak diperpanjang lagi di Tahun Anggaran 2019,” jelasnya.

Atas pemberitaan yang beredar, Mj menurutnya telah memberikan informasi yang tidak benar dengan media.

“Menurut saya bisa masuk ke ranah hukum dengan melakukan pencemaran nama baik saya secara pribadi dan secara kedinasan,” jelasnya.

Pada akhir penjelasan, pihaknya menyayangkan atas informasi yang yang telah beredar di beberapa media Online tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu sebelumnya.

“Saya berharap Media Online yang memberitakan secara seoihak dapat bekerja profesional, sesuai kode etik jurnalistik dan sesuai pedoman Media Cyber agar tidak terjerat UU ITE,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *